
|
[OOT] Hari Ini
Jumat, 24 Februari 2012 • 04.19 • 0 comments
24 Februari 2012
Tanah cair mengalir dan menyatu dengan tanah.
Air mata, jerit tangis tak percaya, juga rasa sedih mengiringi kepergiannya.
Orang itu, orang itu, dan orang itu menangis, menjerit, dan menggeleng-gelengkan kepala seolah-olah masih tidak menerima hal tersebut.
Anak itu, anak itu, dan anak itu terpaku di depannya dengan wajah tegang menahan air mata.
Di sini, aku menutup mulut dengan telapak tangan, mengernyit dengan wajah jelek, dengan air mata yang tumpah tanpa pertahanan.
Ada yang memalingkan wajah, menatap ke arah lain dengan wajah masam.
Tetapi panas terik tak membuat mereka mengeluh.
Semua demi dirinya.
'Selamat jalan.'
Cuma dua kata itu yang bisa kuucapkan.
Itu juga di dalam hati.
Andai kata dia ada di antara kami, apa yang akan dia katakan untuk menenangkan anak-anak dan istrinya?
Akankah, mereka akan senang?
Atau, mereka akan menangis lebih menjadi?
Tak ada yang tahu. Tak ada yang tahu.
Kecuali, yang sudah mengambilnya kembali.
#Selamat jalan, Om Arman. Do'a kami menyertai kepergian anda. Jujur, ini pertamakalinya saya menangis tersedu-sedu ketika menghadiri upacara pemakaman orang lain. Mungkin karena, saya berpikir, tak ada lagi orang yang biasa menyapa saya jikalau keluarga besar tengah berkumpul di rumah saya. Orang yang, biasa menyapa saya, "Eeeeh, Mbak Kiki!" dengan wajah cerah dan senyum mengembang. Jujur, cuma anda yang selalu menyapa saya seperti itu. Cuma anda. Saya tahu, dari sifat dan sikap anda, sekarang anda tengah menjaga keluarga anda dari kejauhan...
.stardustF.
Label: OOT
|
The Disclaimer ![]() Blabbling Here Credit Template by : Nur Aiman Helped by : A B C Edited by : stardustF |