[Vocaloid Fanfiction] How to Catch a Rat
Sabtu, 21 Januari 2012 • 16.33 • 0 comments
Vocaloid

Disclaimer: Crypton Future Media | YAMAHA Corp. | The point is, Vocaloid isn't mine. But, this script is MINE. MINE. MINE. MINE.

Title: How to Catch a Rat

WARNING!: G O R E . VIOLENCE . BLOODY . Strong Language . Death Chara . (OOC, kinda) . Typo(s) . etc .

Episode: 1/End

Rated: semi-M (will changes to rated 'T' or even 'M' if readers told me to)

Synopsis: Coba. Coba saja kau menyentuhnya, tikus kecil. Akan kubunuh kau saat itu juga.

Note: NES janai. Bukan lanjutan dari series Never Ending Story. Gomen ^_^". Saya berminat bikin fic 'gore' lagi setelah baca beberapa paragraf di halaman pertama novel punya temanku, plus, ada TEMANKU juga yang maniak bloody memberi saya inspirasi *whistle*.
Lagi-lagi pemerannya Sukone Tei. Wahahaha! Yandere memang luar binasa!/ ditampol.
Langsung aja yah? 3v3 happy reading!


How to Catch a Rat
© 2012 khiikikurohoshi


KLANG!

GRUDUGH!

Di ruang bawah tanah yang gelap dan penuh dengan aroma campuran antara besi berkarat juga darah, ada seorang anak perempuan berpakaian serba merah. Rambutnya putih dan panjang melewati belakang lutut.

Matanya sayu, tapi gelap. Dia seperti terhipnotis. Menyeramkan.

Di tangan kirinya, ada tangan.
Di pipinya, ada cipratan darah.
Di sudut bibirnya, ada daging.
Di bawah sol sepatunya, ada tubuh tanpa nyawa.
Dan di tangan kanannya, ada pisau yang berlumuran darah.

Sebut saja nama anak perempuan itu, Sukone Tei. Anak perempuan yang memang terkenal gila dan maniak. Juga keji dan penuh aura horor. Singkatnya, dia adalah anak perempuan bertampang malaikat berjiwa setan, iblis, dan jin. Bagi orang yang baru bertemu dengannya, mungkin kalian akan menganggapnya anak yang manis, jujur, juga cerdas. Tapi kenyataannya, dia gila (dalam bahasa inggris: insane. Bukan crazy), keji, dan akan menghalalkan semua cara kotor demi apa yang ingin dia capai. Hatinya busuk dan selalu memancarkan aura berbahaya.

Seperti kali ini.

Hanya demi pelampiasannya karena ditolak oleh anak lelaki yang dia cintai dan dia puja selama bertahun-tahun, dia menculik seorang anak laki-laki yang merupakan kakak kelasnya di klub. Dan, setelah dia menculik, dia membius kakak kelasnya itu dengan batu yang besarnya lebih dari kepalan tangan. Setelah melihat ada otak yang menyembul dari kepala yang penuh darah itu, dia membawa kakak kelasnya ke dalam istana miliknya.

Ruangan kecil di ruang bawah tanah suatu mall sudah menjadi istananya semenjak orangtuanya meninggal dunia akibat suatu kecelakaan.

Yah, kecelakaannya mudah. Saat Tei berusia 10 tahun, Tei berlari-lari sambil memegang pisau. Ketika dia tersandung, pisau itu terlempar dan hebat, pisau itu bagai dart yang tertusuk tepat di tengah sasaran. Yap, pisau itu tertancap dalam di leher ayahnya, tembus ke tenggorokan, dan akhirnya mata pisau nampak dari leher bagian belakang ayahnya. Kemudian ibunya datang melihat, histeris dan gila. Setelah gila, ibunya bunuh diri dan Tei menjadi sebatang kara.

Dan kemudian, sekarang, Tei mengiris pergelangan tangan kakak kelasnya dengan pisau yang sudah berlumuran darah. Setelah melihat cairan kental berwarna merah pekat yang merembes keluar dari sayatan luka yang dia perbuat, dia menghela napas pelan. Sambil menerawangi potongan tangan kakak kelasnya di udara, Tei tersenyum. Dijilatnya darah yang mengalir teratur hingga bersih. Kemudian, dia menatap pergelangan tangan yang ada sayatan merah itu. Seperti anak-anak yang penasaran, Tei menekan-nekan sayatan luka itu, lalu darah keluar lagi. Tei tersenyum senang. Seolah-olah dia sudah melakukan hal yang benar dan dipuji oleh banyak orang.

Tei melihat ada yang berwarna hijau, tidak, biru, tidak, abu-abu… tidak juga. Entahlah. Pokoknya sesuatu yang berwarna aneh yang terlihat jelas di kulit pucat kakak kelasnya itu. Asal kalian tahu, itu urat. Dan Tei menarik urat-urat itu keluar dari tempatnya.

Kadang ada terdengar suara krek atau suara sesuatu yang robek tapi, jujur, sekarang Tei tidak mendengar apapun. Dia tuli sekarang. Semua indranya terkunci karena sakit hati. Tipikal seorang psikopat memang begitu, mungkin.

Tei berjongkok, menatap kuku-kuku lentik kakak kelasnya. Dengan tenang, dia mencabuti satu demi satu kuku di tiap jari kakak kelasnya. Darah keluar lagi dari tempatnya. Tapi Tei tidak mengubris oleh rasa jijik, atau rasa takut, atau rasa penuh dosa, atau rasa bersalah. Yang dikepalanya sekarang adalah:

"Bunuh. Akan kubunuh Kagamine Rin."

Kagamine Rin. Singkatnya, kekasih Kagamine Len, orang yang dia cintai dan dia puja. Tei sangat membenci siapapun gadis yang selalu menjadi pendamping Len. Meski itu cuma karena naskah drama, dimana Len menjadi Romeo dan gadis lain selain dirinya menjadi Juliet. Dia benci. Benci sekali. Sangat benci sampai-sampai tangannya gatal untuk tidak mencakar wajah mereka (gadis-gadis itu) satu demi satu.

Tapi yang paling dibencinya sekarang adalah, Kagamine Rin itu. Dialah gadis beruntung yang mendapat perhatian spesial dari seorang Kagamine Len. Sungguh, baginya Rin adalah seorang wanita jalang yang berlumuran dosa sekarang.

Pluk.

Tei membuang tangan kakak kelasnya. Dia mengernyit dengan bara emosi. Dia akan membunuh. Akan membunuh membunuh membunuh membunuh dan membunuh Kagamine Rin. Dan, dia akan melakukan itu besok. Tidak, sekarang. Tidak, besok. Tidak, sekarang. Tidak.
…besok.

- Bagaimanakah kelanjutan cerita ini? Jika penasaran, silahkan lanjut membacanya di FFn milik saya! -

.stardustF.

Label:



Older PostNewer Post

Post About Affies Content


The Disclaimer

Photobucket
Hi, there :D You just stepped into my blog. Well... just take your time, ok?

If you wanna follow me, click the '+ follow' button above. Thanks :'D
Blabbling Here

DAFUQ, DON'T SPAMMING, WILL 'YA!?


Credit

Template by : Nur Aiman
Helped by : A B C
Edited by : stardustF

blog-indonesia.com